Beranda » Berita » Surplus Beras 2026: RI Optimis Hadapi El Nino Godzilla!

Surplus Beras 2026: RI Optimis Hadapi El Nino Godzilla!

Bukitmakmur.idMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mempertahankan surplus beras hingga 5 juta ton pada 2026, meskipun menghadapi ancaman fenomena ‘Godzilla El Nino‘. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan dampak El Nino terhadap produksi pangan nasional.

Amran menjelaskan bahwa fenomena diperkirakan akan berlangsung mulai April 2026 hingga enam bulan ke depan. Pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi. Selain itu, ketersediaan beras yang cukup menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan ini.

Strategi Antisipasi El Nino untuk Surplus Beras

Mentan Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah antisipasi yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu fokus utama adalah perbaikan dan optimalisasi infrastruktur irigasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air yang memadai bagi lahan , terutama saat musim kemarau.

“Kita melakukan pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa. Alhamdulillah berhasil, dan tahun berikutnya kita lakukan akselerasi. Infrastruktur untuk menghadapi El Nino sudah jauh lebih baik,” ujarnya. Program pompanisasi, dengan puluhan ribu pompa yang sudah terpasang di lapangan, menjadi andalan untuk mengairi lahan pertanian.

Perluasan dan Perbaikan Jaringan Irigasi

Selain pompanisasi, pemerintah juga terus melakukan perluasan dan perbaikan jaringan . Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan perbaikan hingga 2 juta hektare lahan irigasi. Dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga sangat penting dalam mencapai target ini. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam menjaga produksi beras nasional tetap stabil, bahkan di tengah potensi musim kemarau panjang.

Baca Juga:  Zakat Penghasilan 2026: Cara Hitung dan Panduan Lengkap

Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada optimalisasi lahan rawa. Lahan rawa memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pertanian, terutama saat musim kemarau. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan rawa dapat menjadi sumber air alternatif bagi tanaman padi.

Stok Beras Nasional Terpantau Aman

Mentan Amran juga memberikan kabar baik mengenai ketersediaan stok beras nasional. “Stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. Di bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih, berarti aman,” ujarnya, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pasokan beras dalam kondisi aman.

Selain stok di Bulog, terdapat cadangan beras di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga sekitar 12,5 juta ton. Potensi produksi (standing crop) sekitar 11 juta ton juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras. Secara keseluruhan, total pasokan beras diperkirakan mencapai sekitar 27 juta ton. Jumlah ini, menurut Amran, cukup untuk memenuhi hingga 10 bulan ke depan tanpa tambahan produksi.

Proyeksi Produksi saat Puncak Kemarau 2026

Bahkan dalam skenario terburuk saat puncak kemarau, Amran memperkirakan produksi beras tetap berjalan, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah. “Di saat musim kemarau El Nino Godzilla dan seterusnya itu produksi 12 juta ton. Kalau tambah 12 juta ton, itu berarti bisa lima bulan,” katanya.

Dengan kombinasi stok awal dan tambahan produksi selama periode kemarau, ia memperkirakan ketahanan pangan nasional bisa bertahan hingga 15 bulan ke depan, atau setidaknya sampai awal musim hujan berikutnya. Hal ini memberikan keyakinan bahwa Indonesia mampu melewati masa sulit El Nino Godzilla dengan baik.

Kalender Tanam dan Potensi Gangguan

Terkait potensi terganggunya kalender tanam, Amran menilai risiko tersebut relatif kecil. Ia menyebut kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama yang menekan potensi gangguan. “Potensi itu berantakan mungkin ya 2-5 persen. Potensi berhasilnya 90 persen. Kenapa? Infrastruktur sudah jadi,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Minyak Mencekik APBN? Ekonom Ungkap Fakta Terbaru!

Investasi besar-besaran dalam infrastruktur irigasi terbukti memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas produksi pertanian. Dengan ketersediaan air yang memadai, petani dapat terus melakukan penanaman padi sesuai dengan kalender tanam yang telah ditetapkan.

Fenomena El Nino dan Kondisi IOD Positif

Di sisi lain, proyeksi iklim menunjukkan adanya potensi kemarau lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino yang diperkuat kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Meski demikian, Badan , Klimatologi, dan Geofisika () menyebut istilah ‘Godzilla El Nino’ bukan kategori dan memperkirakan peluang El Nino berada pada level lemah hingga moderat.

Pemerintah tetap waspada terhadap potensi dampak El Nino dan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi iklim. Langkah-langkah antisipasi terus disempurnakan untuk meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas pasokan beras nasional pada 2026.

Optimisme Surplus Beras di Tengah Tantangan Iklim

Singkatnya, Amran Sulaiman optimistis Indonesia bisa mencapai surplus beras 5 juta ton pada 2026, meski ada ancaman El Nino. Pemerintah terus berupaya meningkatkan infrastruktur irigasi dan mengoptimalkan lahan rawa. Stok beras yang cukup saat ini, ditambah potensi produksi selama musim kemarau, diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional.