Bukitmakmur.id – Pertamina Patra Niaga mendistribusikan 22 ribu tambahan tabung LPG 3 kg ke wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (12/4/2026). Langkah strategis ini mempercepat pemulihan stok bagi warga sekaligus menekan kelangkaan yang sempat terjadi di beberapa titik distribusi lokal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan timnya terus berupaya mengoptimalkan penyaluran setelah memantau kondisi lapangan bersama pemerintah daerah setempat. Ahad Rahedi menambahkan bahwa lonjakan konsumsi masyarakat memicu kekosongan stok di pangkalan dalam waktu yang relatif singkat selama beberapa hari terakhir.
Tambah 22 Ribu Tabung LPG 3 Kg ke Pasuruan menjadi solusi konkret Pertamina menanggapi keresahan warga. Penyaluran ekstra ini mencakup dua wilayah utama dengan komposisi pembagian yang menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan per April 2026.
Detail Distribusi Tambahan Tabung Gas
Pertamina Patra Niaga membagi kuota tambahan tersebut secara proporsional untuk memastikan ketersediaan barang merata di semua kecamatan. Langkah ini mengacu pada angka 30 persen dari alokasi normal harian yang biasanya tersedia di wilayah tersebut.
Berikut rincian pembagian pasokan ekstra yang sudah Pertamina salurkan:
- Kota Pasuruan memperoleh 2.240 tabung tambahan.
- Kabupaten Pasuruan mendapatkan 20.160 tabung tambahan.
Selain penambahan fisik tabung, Pertamina memperpanjang durasi operasional Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sepanjang minggu ini. Tindakan tersebut bertujuan mempercepat proses pengisian tabung dan memastikan truk pengangkut segera bergerak menuju agen yang paling membutuhkan pasokan mendesak.
Menjaga Harga dan Ketertiban Penyaluran
Ahad Rahedi menegaskan aturan main bagi seluruh pangkalan resmi agar tidak menjual produk melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang pemerintah tentukan. Masyarakat bisa membeli LPG 3 kg dengan harga Rp18 ribu per tabung sesuai komitmen resmi Pertamina.
Pihak agen wajib memprioritaskan penjualan langsung kepada konsumen akhir atau end user sesuai kuota yang berlaku. Praktik seperti ini membantu menekan pergerakan spekulan atau pengecer nakal yang seringkali mengambil keuntungan berlebih di atas penderitaan warga.
| Wilayah Distribusi | Jumlah Tambahan Tabung |
|---|---|
| Kota Pasuruan | 2.240 |
| Kabupaten Pasuruan | 20.160 |
Mitigasi Kepanikan Masyarakat
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying terhadap LPG 3 kg karena stok saat ini sebenarnya masih aman. Banyak berita yang beredar luas di media sosial tidak selalu akurat sehingga masyarakat perlu melakukan verifikasi informasi dari sumber kredibel.
Agen dan pangkalan menjalankan fungsi edukasi agar warga tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Pertamina secara disiplin mengawasi seluruh titik distribusi agar penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran dan memenuhi hak warga yang kurang mampu.
Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Pertamina tidak menoleransi perilaku curang dari pihak mana pun dalam rantai distribusi LPG 3 kg. Pengawasan ketat baik secara internal maupun dengan melibatkan stakeholder terkait tetap berjalan untuk menjamin integritas alokasi barang.
Setiap agen atau pangkalan yang melanggar ketentuan akan menerima sanksi berat sesuai tingkat pelanggaran mereka. Pertamina tidak segan menerapkan skorsing pasokan hingga melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) bagi mereka yang melanggar kontrak resmi.
Cara Cek Pangkalan Resmi
Warga sebaiknya melakukan pembelian di pangkalan resmi guna menjamin keaslian, kualitas, serta harga produk yang sesuai ketetapan pemerintah. Pembeli bisa mendapatkan informasi lokasi pangkalan terdekat melalui beberapa langkah mudah.
Pertama, buka laman resmi MyPertamina untuk melihat daftar pangkalan yang aktif di wilayah Pasuruan. Kedua, hubungi Call Center 135 untuk menanyakan informasi ketersediaan stok atau melaporkan kendala distribusi yang warga alami di lapangan.
Dengan adanya tambahan pasokan yang signifikan ini, Pertamina berharap masyarakat Pasuruan bisa kembali mengakses gas LPG 3 kg dengan mudah dan harga stabil. Mari tetap bijak dalam mengonsumsi energi bersubsidi agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.